
KATURI NEWS – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menjadi sorotan publik pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Momen emosional itu terjadi ketika Kaesang berbicara di hadapan ratusan kader dari berbagai daerah, menyampaikan visi besarnya bagi masa depan partai.
Dalam pidato penutupan acara, Kaesang sempat terbata-bata dan akhirnya tak dapat menyelesaikan teks pidato yang disiapkan. “Saya ini jujur sebenarnya harus membaca dari pidato ini, cuma saya nggak bisa, mohon maaf,” ujarnya dengan suara tertahan sebelum menitikan air mata, seperti dilansir dari laporan media lokal. Reaksi itu memicu tepuk tangan dan dukungan spontan dari para kader PSI yang hadir.
Visi Besar: PSI Menjadi Partai Besar
Di tengah suasana haru, Kaesang menegaskan satu hal yang menjadi janji politiknya: menjadikan PSI sebagai partai yang besar dan diperhitungkan dalam percaturan politik nasional. Ia menyampaikan bahwa cita-cita tersebut bukan sekadar slogan retoris, tetapi target strategis yang membutuhkan kerja keras bersama seluruh kader PSI di semua level.
“Saya minta tolong kerja samanya semuanya untuk bisa bekerja keras, membantu, saling gotong royong supaya cita-cita kita bisa tercapai,” kata Kaesang, menekankan pentingnya kolaborasi di antara para anggota dan simpatisan partai.
Pidato emosional ini muncul setelah sehari sebelumnya Kaesang juga memberi semangat dan arahan kepada para kader PSI. Dalam sambutan saat Rakernas awal, ia menekankan bahwa struktur partai yang kuat menjadi kunci penting untuk memenangkan kontestasi politik di masa depan, khususnya Pemilu 2029. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Komunikasi Publik DPP PSI Faldo Maldini, yang menyebutkan bahwa Kaesang sangat fokus pada kualitas struktur organisasi partai yang dapat diukur secara nyata.
Momentum Rakernas: Konsolidasi hingga Rekrutmen Tokoh Baru
Rakernas PSI di Makassar bukan hanya menjadi ajang pembacaan visi politik, tetapi juga sarana konsolidasi internal dan penegasan arah strategis partai. Salah satu momentum penting yang berlangsung selama Rakernas adalah pengumuman bergabungnya Rusdi Masse Mappasessu (RMS), mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang sebelumnya berasal dari Partai NasDem, ke dalam PSI. Kaesang memperkenalkan RMS kepada peserta Rakernas lewat pantun yang disampaikan di atas panggung, sebuah gaya khas yang menarik perhatian publik.
Masuknya figur seperti Rusdi Masse dianggap sebagai langkah signifikan bagi PSI, karena membawa pengalaman politik dan jejaring luas yang dapat memperkuat basis partai di daerah, khususnya di Sulawesi Selatan.
Selain itu, Kaesang juga membagikan kartu tanda anggota (KTA) ber-chip emas kepada sejumlah pengurus DPD PSI. Inisiatif ini dipandang sebagai simbol apresiasi kepada kader yang telah berkomitmen dalam membangun struktur partai dari tingkat nasional hingga daerah.
Dukungan dan Tantangan di Depan Mata
Respon positif dari para kader yang hadir sangat terasa saat Kaesang menyampaikan pidatonya. Tepuk tangan, seruan dukungan, bahkan nyanyian yel-yel kader PSI mengiringi momen haru ketika Kaesang tak mampu menyelesaikan pidato secara lancar. Para kader berdiri, memberikan dukungan moril yang kuat sebagai bentuk solidaritas politik.
Namun demikian, target besar yang dicanangkan Kaesang bukan tanpa tantangan. PSI masih harus menghadapi realitas politik Indonesia, termasuk memperkuat basis di tingkat akar rumput, menyusun struktur yang efektif, serta memetakan strategi elektoral yang kreatif dan inklusif menjelang Pemilu 2029. Fokus pada soal struktur partai menjadi indikator penting dalam evaluasi internal PSI, sebagaimana ditegaskan Kaesang dan jajaran pengurusnya.
Arah Politik PSI Menuju 2029
Dalam beberapa pidatonya di Rakernas, Kaesang juga berbicara soal keterlibatan politik PSI pada isu-isu penting nasional, termasuk demokrasi dan proses pemilihan kepala daerah. Sikap partai dinyatakan sejalan dengan aspirasi rakyat Indonesia dalam memastikan sistem politik dan pemilu terus berkembang secara demokratis.
Dengan target ambisius dan momentum konsolidasi seperti yang terjadi di Makassar, PSI di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep sedang mencoba menempatkan diri sebagai kekuatan baru dalam politik nasional — bukan sebagai partai kecil, tetapi sebagai partai besar yang mampu bersaing dan membawa perubahan. Namun realisasinya akan sangat bergantung pada kerja politik yang keras, kepemimpinan yang konsisten, serta dukungan kader dari Sabang hingga Merauke.
