
KATURI SPORT – UEFA kembali melakukan penyesuaian regulasi dalam penyelenggaraan Liga Champions Eropa. Mulai musim 2026/2027, undian fase liga tidak lagi memperbolehkan terjadinya pertemuan yang sama secara beruntun selama tiga musim apabila salah satu tim selalu berstatus sebagai tuan rumah. Aturan baru ini diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan kompetisi dan variasi pertandingan di ajang antarklub paling prestisius di Eropa tersebut.
Ketentuan ini secara spesifik menyoroti status kandang dan tandang dalam pertemuan antar tim. Artinya, dua klub masih berpeluang bertemu kembali dalam beberapa musim berturut-turut, tetapi tidak dengan skenario yang sama apabila salah satu tim terus menjadi tuan rumah. Pembatasan tersebut diimplementasikan melalui perangkat lunak undian resmi milik UEFA yang secara otomatis mengatur kombinasi pertandingan sesuai regulasi yang berlaku.
Sebagai ilustrasi, pertandingan antara Liverpool dan Real Madrid di Stadion Anfield tidak akan diizinkan terjadi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dengan Liverpool kembali bertindak sebagai tuan rumah. Hal serupa berlaku pada laga Inter Milan melawan Arsenal di Stadion Giuseppe Meazza. Kedua contoh ini menjadi gambaran nyata bagaimana aturan baru tersebut bekerja dalam praktik.
Liverpool dan Real Madrid memang tercatat beberapa kali bertemu dalam fase liga Liga Champions dalam beberapa musim terakhir. Pada 2024, Liverpool berhasil meraih kemenangan 2-0 atas raksasa Spanyol tersebut di Anfield. Setahun kemudian, The Reds kembali tampil dominan dan menang tipis 1-0 di stadion yang sama. Dengan adanya aturan baru ini, pertemuan ketiga secara berturut-turut di Anfield tidak lagi dimungkinkan mulai musim 2026/2027.
Sementara itu, pertemuan antara Inter Milan dan Arsenal juga menjadi contoh lain dari dampak regulasi ini. Pada pertemuan musim 2024, Arsenal harus mengakui keunggulan Inter dengan skor 0-1 saat bermain di Giuseppe Meazza. Namun, pada pertemuan terbaru musim ini, klub asal London tersebut mampu membalas kekalahan dengan kemenangan 3-1. Meski demikian, laga ketiga secara beruntun dengan Inter kembali menjadi tuan rumah tidak akan diizinkan dalam skema undian mendatang.
UEFA telah mengungkapkan perubahan aturan ini bahkan sebelum undian fase liga musim berjalan dilakukan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa badan sepak bola Eropa itu ingin memastikan transparansi dan kesiapan klub-klub peserta dalam menghadapi format dan ketentuan baru kompetisi. Dengan adanya sistem undian berbasis perangkat lunak, UEFA menilai regulasi ini dapat diterapkan secara adil dan konsisten tanpa campur tangan manual.
Dampak langsung dari aturan ini adalah meningkatnya kemungkinan pertukaran status kandang dan tandang apabila dua tim kembali bertemu. Jika sebuah pertemuan tetap terjadi dalam rentang tiga musim, maka laga tersebut harus dimainkan di stadion tim yang sebelumnya berstatus tandang. Hal ini diharapkan dapat mengurangi keuntungan berlebih yang mungkin timbul akibat bermain kandang secara berulang dalam pertemuan yang sama.
Selain aspek keadilan kompetisi, aturan ini juga dinilai dapat menambah variasi dan daya tarik Liga Champions. Pertemuan yang terlalu sering dengan konfigurasi yang sama berpotensi menurunkan nilai kebaruan bagi penonton dan penggemar. Dengan rotasi kandang-tandang yang lebih seimbang, atmosfer pertandingan pun diharapkan menjadi lebih beragam.
Perubahan regulasi ini menegaskan komitmen UEFA untuk terus menyempurnakan format Liga Champions seiring dengan dinamika sepak bola modern. Mulai musim 2026/2027, klub-klub elite Eropa tidak hanya dituntut siap secara teknis di lapangan, tetapi juga adaptif terhadap sistem undian dan regulasi baru yang semakin kompleks.
