
KATURI BUSINESS – Menjaga nilai aset agar tetap aman dan tidak tergerus inflasi merupakan tantangan besar dalam dunia keuangan modern. Bagi kelompok masyarakat dengan tingkat kekayaan tinggi, strategi ini tidak dilakukan secara sembarangan. Orang kaya umumnya memetakan aset mereka secara sistematis berdasarkan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, sehingga portofolio tetap seimbang dalam berbagai kondisi ekonomi, termasuk saat krisis global atau ketidakpastian geopolitik meningkat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan pengetahuan mendalam mengenai perencanaan keuangan dan investasi. Tanpa strategi yang matang, aset berisiko mengalami penurunan nilai akibat inflasi, pelemahan mata uang, hingga gejolak pasar. Inilah alasan mengapa investor kawakan sering kali memilih instrumen yang dianggap mampu bertahan dalam jangka panjang.
Salah satu tokoh yang kerap menyuarakan pentingnya perlindungan aset adalah Robert Kiyosaki, investor sekaligus penulis buku keuangan legendaris Rich Dad Poor Dad. Dalam berbagai kesempatan, Kiyosaki menegaskan pandangannya mengenai risiko sistem keuangan global dan potensi terjadinya krisis besar yang ia sebut sebagai “kiamat finansial”.
Tiga Aset Pegangan Utama
Dalam pernyataan terbarunya melalui akun media sosial X pada Kamis, 15 Januari 2026, Robert Kiyosaki kembali menegaskan bahwa ia hanya berpegang pada tiga aset utama untuk melindungi kekayaannya, yaitu emas, perak, dan Bitcoin.
“Saya membeli emas, perak, dan Bitcoin. Saya jarang menjual emas, perak, dan Bitcoin,” tulis Kiyosaki.
Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi investasinya yang menekankan pada kepemilikan aset riil dan alternatif, bukan sekadar menyimpan uang tunai. Menurut Kiyosaki, uang fiat berisiko kehilangan nilai akibat inflasi dan kebijakan moneter yang agresif, sementara aset tertentu justru berpotensi mempertahankan atau bahkan meningkatkan daya beli dalam jangka panjang.
Emas dan Perak sebagai Aset Klasik
Emas dan perak telah lama dikenal sebagai safe haven atau aset lindung nilai. Dalam sejarah keuangan dunia, kedua logam mulia ini sering menjadi pelarian investor saat terjadi krisis ekonomi, konflik geopolitik, atau ketidakstabilan pasar keuangan. Nilainya cenderung lebih stabil dibandingkan mata uang kertas, karena tidak dapat dicetak secara massal oleh pemerintah.
Bagi Kiyosaki, emas dan perak bukan instrumen untuk diperdagangkan dalam jangka pendek, melainkan alat untuk menyimpan kekayaan. Ia menilai logam mulia mampu menjaga nilai aset lintas generasi, terutama ketika inflasi terus menggerus daya beli masyarakat.
Bitcoin dan Era Aset Digital
Selain logam mulia, Kiyosaki juga menjadikan Bitcoin sebagai bagian penting dari portofolionya. Aset digital ini sering disebut sebagai “emas digital” karena jumlahnya terbatas dan tidak dikendalikan oleh bank sentral mana pun. Dalam pandangan Kiyosaki, Bitcoin menjadi alternatif sistem keuangan tradisional yang sarat utang dan kebijakan pencetakan uang.
Meskipun volatilitas Bitcoin relatif tinggi, Kiyosaki melihatnya sebagai aset jangka panjang yang berpotensi melindungi kekayaan dari pelemahan nilai mata uang. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap risiko menjadi kunci sebelum berinvestasi pada aset kripto.
Pelajaran bagi Investor
Strategi Robert Kiyosaki menunjukkan bahwa menjaga aset bukan hanya soal mengejar keuntungan, tetapi juga melindungi nilai kekayaan. Diversifikasi, pemilihan aset yang tepat, serta disiplin dalam memegang investasi menjadi prinsip utama yang kerap diterapkan oleh investor berpengalaman.
Namun, pendekatan ini tidak serta-merta cocok untuk semua orang. Setiap individu perlu menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko, tujuan keuangan, serta jangka waktu investasi masing-masing.
Kesimpulan
Di tengah ancaman inflasi dan ketidakpastian ekonomi global, menjaga nilai aset menjadi prioritas penting. Robert Kiyosaki memilih emas, perak, dan Bitcoin sebagai benteng menghadapi krisis finansial. Strategi ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap instrumen investasi dan disiplin dalam pengelolaan aset merupakan kunci utama dalam mempertahankan kekayaan jangka panjang.
