
KATURI NEWS – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembicaraan perdagangan mereka. Kedua negara disebut telah berhasil menyepakati seluruh isu substansi yang diatur dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan AS, yang diharapkan dapat memperkuat kerjasama kedua negara dalam berbagai sektor perdagangan dan investasi.
Dalam konferensi pers virtual yang disiarkan pada Selasa, 23 Desember 2025, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kesepakatan ini mencakup berbagai isu penting, baik yang bersifat utama maupun teknis. “Seluruh isu substansi yang telah diatur dalam dokumen ART sudah dapat disepakati kedua belah pihak. Baik isu-isu utama maupun isu teknis yang akan diselesaikan, disesuaikan bahasanya dalam legal drifting dan proses teknis selanjutnya,” ujar Airlangga, yang saat itu berada di Washington untuk mendiskusikan kemajuan kesepakatan ini.
Agreement on Reciprocal Trade (ART) adalah perjanjian perdagangan bilateral yang bertujuan untuk memfasilitasi dan memperlancar arus barang dan jasa antara Indonesia dan AS. Dengan disepakatinya dokumen ini, kedua negara berharap dapat mengatasi berbagai hambatan perdagangan yang ada, meningkatkan akses pasar, serta memperkuat hubungan ekonomi jangka panjang. Salah satu aspek penting dari ART adalah upaya untuk menciptakan keseimbangan perdagangan yang lebih baik antara kedua negara, mengingat volume perdagangan Indonesia-AS yang terus berkembang.
Airlangga menambahkan bahwa setelah pencapaian kesepakatan substansi dalam ART, tahap selanjutnya adalah penyusunan dokumen legal dan proses teknis yang melibatkan tim hukum dan perwakilan kedua negara. Proses ini akan memastikan bahwa kesepakatan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku di masing-masing negara dan dapat diterapkan dengan efektif di lapangan. Proses ini juga mencakup harmonisasi bahasa perjanjian untuk memastikan tidak ada ambiguitas yang dapat menghambat implementasi kesepakatan.
Keberhasilan Indonesia dan AS mencapai kesepakatan substansi dalam ART ini merupakan hasil dari negosiasi yang panjang dan melibatkan berbagai pihak, baik dari sisi pemerintah Indonesia maupun pihak AS. Pembicaraan ini sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu dan melibatkan banyak pertemuan teknis untuk menyelesaikan berbagai isu yang kompleks. Dalam hal ini, Indonesia memanfaatkan kesepakatan ini untuk membuka peluang baru bagi ekspor Indonesia, meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar AS, dan mengurangi hambatan tarif serta non-tarif yang dapat merugikan perdagangan bilateral.
Bagi Indonesia, kesepakatan ini juga menjadi peluang besar untuk menarik lebih banyak investasi dari AS, terutama di sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, teknologi, dan energi. Sementara bagi AS, perjanjian ini memberi akses yang lebih luas ke pasar Indonesia, salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, yang tengah berkembang pesat dan memiliki potensi pasar yang besar.
Dengan disepakatinya dokumen ART, Indonesia dan AS diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi mereka dan mencapai manfaat yang saling menguntungkan. Kerjasama yang lebih erat dalam bidang perdagangan dan investasi ini akan membuka peluang baru bagi kedua negara, meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, serta berkontribusi pada stabilitas dan kemakmuran kawasan Asia Pasifik.
Kesepakatan ini juga mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan hubungan bilateral mereka di tengah tantangan global yang terus berubah. Oleh karena itu, meskipun masih ada langkah-langkah teknis yang harus diselesaikan, ART menjadi langkah penting dalam memajukan kerjasama ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat di masa depan.
