
KATURI SPORT – Manchester United kembali gagal meraih hasil positif pada lanjutan Liga Inggris musim 2025/2026. Pada pertandingan pekan ke-17 English Premier League (EPL), Setan Merah harus mengakui keunggulan Aston Villa dengan skor 2-1. Kekalahan ini semakin menegaskan inkonsistensi performa Manchester United sepanjang musim berjalan.
Bertanding di markas Aston Villa, MU sebenarnya tampil cukup agresif sejak menit awal. Namun solidnya pertahanan tuan rumah serta efektivitas serangan Villa membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan. Aston Villa tampil percaya diri dengan permainan cepat dan pressing ketat yang kerap merepotkan lini tengah MU.
Pahlawan kemenangan Aston Villa pada laga ini adalah Morgan Rogers. Pemain muda tersebut tampil impresif dan sukses mencetak dua gol yang memastikan tiga poin penuh bagi The Villans. Gol pertama Rogers tercipta pada babak pertama setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan MU. Tendangannya yang akurat gagal diantisipasi penjaga gawang Manchester United.
Memasuki babak kedua, Manchester United mencoba meningkatkan intensitas serangan. Peluang demi peluang mulai tercipta, namun penyelesaian akhir masih menjadi masalah utama. Aston Villa justru kembali menunjukkan efektivitasnya melalui serangan balik cepat yang kembali dimaksimalkan oleh Morgan Rogers. Gol keduanya membuat Villa semakin nyaman unggul dan mengendalikan jalannya pertandingan.
Manchester United baru mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Matheus Cunha. Penyerang asal Brasil itu mencetak gol setelah memanfaatkan peluang di kotak penalti Aston Villa. Gol tersebut sempat membangkitkan harapan Setan Merah untuk menyamakan kedudukan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Aston Villa tetap bertahan.
Hasil ini menjadi kemenangan penting bagi Aston Villa dalam persaingan papan atas klasemen. Tambahan tiga poin membuat Villa kokoh di peringkat ketiga klasemen sementara EPL dengan 36 poin. Konsistensi performa tim asuhan Unai Emery menunjukkan bahwa Aston Villa semakin layak diperhitungkan sebagai penantang serius di zona Liga Champions musim ini.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Manchester United. Tim asuhan Erik ten Hag harus rela tertahan di peringkat ketujuh dengan 26 poin. Posisi tersebut membuat MU semakin tertinggal dari persaingan empat besar, sekaligus memperbesar tekanan terhadap tim untuk segera menemukan kembali performa terbaiknya.
Sepanjang musim ini, Manchester United kerap tampil tidak konsisten, terutama saat menghadapi tim-tim papan atas. Masalah di lini pertahanan serta kurang tajamnya penyelesaian akhir kembali terlihat dalam laga melawan Aston Villa. Evaluasi menyeluruh dipastikan akan dilakukan oleh tim pelatih agar Setan Merah tidak terus kehilangan poin penting.
Sementara itu, kemenangan atas Manchester United semakin meningkatkan kepercayaan diri Aston Villa. Performa solid dan kolektivitas tim menjadi modal berharga bagi Villa untuk melanjutkan tren positif mereka di sisa musim. Jika mampu menjaga konsistensi, Aston Villa berpeluang besar mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Kekalahan ini menjadi pengingat bagi Manchester United bahwa persaingan di Premier League semakin ketat. Setiap kesalahan kecil bisa berujung kehilangan poin, dan kebangkitan harus segera dilakukan jika Setan Merah ingin tetap bersaing di papan atas liga.
