Asma adalah kondisi kronis yang memengaruhi saluran pernapasan, membuat penderitanya mengalami sesak napas, batuk, dan mengi. Serangan asma bisa terjadi kapan saja, baik pada malam hari, setelah beraktivitas berat, atau karena pemicu tertentu seperti alergi, asap, atau udara dingin. Mengetahui pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk dan menjaga keselamatan.
Gejala Serangan Asma
Sebelum melakukan pertolongan, penting mengenali tanda serangan asma:
- Sesak napas mendadak atau memburuk.
- Dada terasa berat atau tertekan.
- Batuk berulang, terutama di malam atau dini hari.
- Bunyi “mengi” saat bernapas.
- Sulit berbicara karena napas tersengal.
Jika gejala-gejala ini muncul, segera lakukan langkah pertolongan pertama berikut.
Langkah Pertolongan Pertama
1. Tetap Tenang dan Posisi Duduk Tegak
Panik justru dapat memperburuk sesak napas. Ajak penderita duduk tegak dengan punggung lurus, bahu rileks, dan kaki menapak di lantai. Posisi ini membantu paru-paru bekerja lebih optimal dan mempermudah napas. Hindari posisi berbaring karena bisa membuat napas semakin sesak.
2. Gunakan Inhaler Sesuai Resep
Jika penderita memiliki inhaler (misalnya inhaler reliever dengan kandungan salbutamol), gunakan sesuai dosis yang dianjurkan dokter. Biasanya dilakukan 1–2 kali semprot, tunggu beberapa menit, dan ulang jika diperlukan. Inhaler membantu membuka saluran napas sehingga pernapasan lebih lega.
3. Lakukan Pernapasan Terkontrol
Bimbing penderita bernapas perlahan dan teratur. Teknik pursed lip breathing bisa membantu: tarik napas lewat hidung, lalu hembuskan perlahan melalui bibir yang menguncup seperti bersiul. Pernapasan ini membantu menjaga saluran udara tetap terbuka lebih lama dan mengurangi rasa panik.
4. Hindari Pemicu Asma
Segera jauhkan penderita dari pemicu yang diketahui, seperti asap rokok, debu, udara dingin, atau alergen tertentu. Lingkungan yang bersih dan tenang membantu menurunkan stres dan mempercepat pernapasan kembali normal.
5. Hubungi Tenaga Medis Jika Perlu
Jika gejala tidak membaik dalam 15–20 menit, atau muncul tanda bahaya seperti:
- Napas sangat cepat atau tersengal-sengal.
- Kulit, bibir, atau wajah berubah pucat atau kebiruan.
- Sulit berbicara karena sesak.
Segera hubungi dokter atau layanan darurat. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk.
Pencegahan Serangan Asma
Selain pertolongan pertama, pencegahan juga penting:
- Rutin menggunakan obat kontrol sesuai anjuran dokter.
- Hindari pemicu asma.
- Rutin berolahraga ringan untuk melatih kapasitas paru-paru.
- Menjaga pola makan sehat dan tidur cukup.
- Membawa inhaler saat bepergian atau beraktivitas.
Kesimpulan
Pertolongan pertama yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa saat serangan asma. Tetap tenang, bantu penderita duduk tegak, gunakan inhaler, bimbing bernapas perlahan, dan segera hubungi dokter jika gejala parah. Dengan langkah sederhana ini, penderita asma bisa kembali bernapas lega dan aman.
Sesak napas bisa terjadi karena kelelahan, stres, atau masalah medis seperti asma dan penyakit paru-paru. Dokter menekankan bahwa latihan pernapasan sederhana dapat membantu meredakan keluhan ini sekaligus melatih paru-paru bekerja lebih efisien.
Serangan ini biasanya timbul tanpa diduga dan bisa terjadi kapan pun ketika penderita terpapar dengan pemicu asma. Ketika Anda menemukan penderita asma yang mengalami kekambuhan di tempat umum, ada beberapa pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan.
Pertolongan Pertama Serangan Asma
Kenali Gejala & Pertolongan Pertama Asma
1. Langkah Pertolongan Pertama
✅ Tetap Tenang & Duduk Tegak
- Duduk dengan punggung lurus, bahu rileks, kaki menapak di lantai
✅ Gunakan Inhaler
- Pakai sesuai dosis dokter, ulang jika perlu
✅ Pernapasan Terkontrol
- Pursed lip breathing: tarik napas lewat hidung, hembuskan perlahan lewat bibir menguncup
✅ Hindari Pemicu
- Jauhkan dari asap, debu, alergen, atau udara dingin
✅ Hubungi Tenaga Medis
- Jika napas makin sesak, bibir pucat/biru, atau sulit berbicara
✅Teknik proning
- Pasien berbaring tengkurap selama 30 menit dengan bantal di bawah leher, pinggul, dan kaki. Selanjutnya, ubah posisi miring ke kanan, setengah duduk, dan miring ke kiri, masing-masing selama 30 menit.
- Teknik ini tidak disarankan bagi mereka dengan kondisi tulang tidak stabil, luka bakar, riwayat operasi trakea, sedang hamil, atau mengalami gangguan jantung.
Teknik ini tidak disarankan bagi mereka dengan kondisi tulang tidak stabil, luka bakar, riwayat operasi trakea, sedang hamil, atau mengalami gangguan jantung.
2. Tips Pencegahan
- Rutin pakai obat kontrol
- Hindari pemicu asma
- Olahraga ringan & pola hidup sehat
- Selalu bawa inhaler saat beraktivitas
3. Catatan Dokter
Latihan pernapasan dan inhaler dapat meringankan gejala, tapi jangan tunda pemeriksaan medis jika gejala parah atau tidak membaik.

Selanjutnya, longgarkan ikat pinggang penderita yang mengalami serangan untuk memudahkannya bernapas. Setelah itu, segera cari pertolongan tenaga medis dengan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Tujuan dari penanganan asma, di antaranya adalah untuk menghilangkan penyempitan saluran napas secepat mungkin hingga mengembalikan fungsi paru ke kondisi normal secepat mungkin. Pasalnya, hingga saat ini belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan asma.
“Hal yang bisa dilakukan adalah mengontrol asma untuk mengurangi dan mencegah serangan. Biasanya dokter akan berikan obat pelega atau obat peradangan, disesuikan dengan kondisi saluran napasnya,”

